Search

Memuat...
Loading...
Cinta adalah warisan Sang Adam, sedangkan kecerdikan itu barang dagangan syetan, tempat si cerdik dan bijaksana bersandar pada jiwa dan akalnya, Cinta berarti penyerahan dri, karena akal bagaikan seorang perenang, yang terkadang sampai ke tepian, sering juga tenggelam di tengah jalan, Tak sebanding dengan Cinta ini, ibarat bahtera Nuh yang terselamatkan.

Recent Comments

Recent Posts

KUMPULAN SYAIR ULAMA SUFI. TUK. LEMAHABANG. CIREBON. JABAR

Yuk Ikutan Chting..

KALENDER 2010

BAHAN KAJIAN

This Template?

Followers

Minggu, 25 April 2010

SANTRI UNIK

Ada seorang alumni pesantren, di rumahnya dia di tunjuk sebagai ustadz, masyarakat sekitar berbagai versi. pada suatu hari salah satu dari masyarakat da yang meninggal dunia dan ta'ziah menjadi adat warga pri bumi kepada sohibul musibah (orang yang terkena musibah). tak ketinggalan pula sang ustadz pun datang di krumunan masyarakat yang berta'ziah itu, hingga selesai penguburan. ketika jenazah selesai di makamkan ustad meminta agar yang meninggal di do'akan. Namun saat ustad meminta kepada segenap pentaziah untuk mendo'akan jenazah, keluarga jenazah menolaknya seraya berkata : "Do'a itu tiada manfaatnya untuk orang yang sudah meninggal, jenazah ini ga usah di do'akan lagi, krn do'a itu ga da gunanya, dan tidakkan sampai/terhubung kepada jenazah !"
Akhirnya sang ustadz pun diam sesaat, dan membatalkan acara berdo'a kepada warga, namun pinta ustad :"ya udah klo memang seperti itu, biarkan saja yang berdo'a sy seorang diri."
sambil berpaling muka sohibul jenazah dlm hatinya berkata :'iiih ngeyel"
kemudian sang ustad pun berdo'a dengan suara lantang dlm do'anya : "Ya Allah, semoga arwah jenazah ini di tempatkan dalam nerakamu !" mendengar sang ustad mendoakan jenazah dengan demikian sohibul jenazah langsung marah marah dan berkata :"Kenapa kamu berdo'a demikian!" (dengan raut muka yang marah)
ustad : "ga usah marah wahai saudara ku, bukannya do'a itu ga sampai/terhubung kepada jenazah kenapa musti marah klo kenyataannya demikian".
Sohubul jenazah :"Ya ga sampai sih ga sampai, Tp klo berdo'a jangan seperti itu" menjawab sambil kebingungan.

Hikmah yang bisa di ambil dari cerita ini di atas yaitu :

  1. kita harus bermasyarakat krn kita mahluk sosial, siapa saja yang terkena musiabah kita harus berta'ziah meskipun kita berbeda organisasi.
  2. Dan jangan mempersoalkan masalah furu' (semisal do'a) jika saja do'a itu sampai/terhubung kepada jenazah berarti mengandung kemanfaatan bagi mayit juga muslim seluruhnya, walau tidak sampai pun tidak ada ruginya sebab berdo'a adalah ibadah.
  3. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dlm furu' ketika seorang menanggapi dengan lapang dada, di balik perbedaan itu terdapat rahmat.


Barang siapa iman kepada Allah dan hari kiamat maka hendaknya memulyakan tetangganya. (Al hadis)
Sabtu, 24 April 2010

KISAH SANTRI

MENANTU SANTRI DAN ANAK SEKOLAHAN

Ada seseorang memiliki 2 menantu, satu keluaran dari pesantren, satunya lagi keluaran dari sekolah umum,. Suatu saat sang mertua mengumpulkan menantunya guna mencoba kemampuan menantunya itu dengan membeikan pertanyaan. Setelah dua menantunya berkumpul kemudian sang mertua berkata : "Menantuku yang baik, aku mau bertanya pada kalian dengan suatu pertanyaan, nanti dari kalian masing-masing harus menjawabdengan kemampuan kalian", kata sang mertua. "Pertanyaannya adalah : "Mengapa pohon bonsay tidak bisa besar dan tinggi hanya kecil dan pendek terus ?" Kemudian sang mertua berkata lagi "saya ingin tau jawaban dari menantu yang dari pesantren." Menantu yang di tunjuk untuk menjawab langsung menjawab : "Sebab Allah menghendaki pohon bnsai seperi itu kalau saja Allah menghendaki pohon bonsai besar dan tinggi pasti pohon bonsai itu akan tinggi dan besar" Setelah sang mertua mendengar jawaban menantunya yang dari pesantren lalu sang mertua meminta jawaban dari menantu yang satunya. "Sekarang apa jawaban mu !", tanya mertua pada menantu yang lulus dari sekolah umum." Kalau jawaban sy beda dengan jawaban saudara ku : "jawab sang menantu." Lantas apa jawaban kamu?" tanya sang mertua. "jawaban saya sebab pohon bonsai iu tidak tidak terkenaakn sinar matahari, jadi maklum saja andaikan pohon bonsai itu tidak bisa besar dan tinggi".santri dengan mendengarkan jawaban saudarayang tidak dapat dalam benak langsung menyangkal. sifat santrinya keluar yaitu mudah menyangkal kalu tidak terima, seraya berkata :"Apa alasan mu tidak terima?", tanya mertua. 'Sebab jawaban yang di sampaikan oleh saudara ku tidak terbukti, kalau memang seperti itu kenapa rambut alis yang selalu kena cahaya matahari tidak pernah panjang, pendek terus. Sedangkan rambut yang ada dalam sarung terus memanjang padahal tidak terkena cahaya matahari di karnakan tertutup sarung." dengan sangkalan. Sang menantu yang dari sekolahan bengong seraya berkata "Iya... iya." Setelah sang mertua mendengar jawaban dari kedua menantunya lalu berkata :"Ya, sudah! Saya simpulkan ternyata jawaban yang tepat yang tidak bisa di sangkal lagi yaitu jawaban menantuku dari pesantren.

Hikmah : Hikmah yang bisa di ambil dari cerita di atas yaitu :
  1. berbeda pendapat itu wajar, apa lagi dua orang tadi lain pendidikannya.
  2. jawaban apa saja, mesti ada sisi kelemahannya kecuali dengan jawaban kehendak Allah pasti benar. Meskipun seperti itu tapi jangan seenaknya kita menjawab dengan jawaban santri tadi, kita jawab dulu dengan jawaban yang bisa di terima akal setelah tidak mampu baru dengan jawaban tadi. sebab kalau kita di kasih pertanyaan lalu kita jawab dengan jawaban tadi (menantu dri pesantren) terus, maka kita tidak di percaya lagi untuk menjawab dari suatu pertanyaan.

Ajaklah manusia ke jalan tuhan mu dengan hikmah dan penuturan yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. (Ayat Al-Qur'an)
Selasa, 20 April 2010

INTERMEZO


Flash clock by Widgia.com
Senin, 19 April 2010

Tiada cinta kecuali untuk sang maha mencinta

Saat kuangkat tanganku dihadapanMu, saat kugetarkan sonora cintaku dengan membengkakan cintaMU, ALLAH HU AKBAR, Engkaulah Yang Maha Cinta!

Kau tidak sedang merebut nikmat yang telah Kau anugrahkan, saat Kau goda aku dengan kehadiran boneka-bonekaMu, cintaku pada bonekaMu adalah refleksi cintaku padaMu, aku rawat boneka-bonekaMu karena harap cintaMu, tiada niat hapuskan keberadaan bonekaMu, karena mereka adalah bayangan cintaMu,
apa yang boneka-bonekaMu dendangkan, aku nikmati dengan irama cinta, karena aku tahu itu adalah percikan irama cintaMu
boneka-bonekaMu minta tetap bersamaku, dan aku minta bersama mereka, adalah juga dendang cinta kami kepadaMu, bagaimana aku tak rela korbankan apa saja?
mana mungkin aku hitung-hitung pengorbanan apa saja untuk raih CintaMu?
bagaimana aku rebut kursi keadilan CintaMu untuk tuduh siapa saja dengan vonis apa saja?
sedang dalam surat CintaMu tertulis..
La cinta illa Maha Cinta!

PUASA


Rasa manis yang tersembunyi,

Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!

Ketika perut kecapi telah terisi,

ia tidak dapat berdendang,

Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.

Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,

Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.

Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.

Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.

Puisi Sang Sufi Wanita

"Wahai Tuhanku, Tenggelamkanlah daku dalam mencintai-MU, sehingga tidaklah aku tidak lagi mebimbangkan-MU ya Tuhan. Bintang di langit telah gemerlapan, mata telah bertiduran, pintu-pintu istana telah terkunci dan tiap pencinta telah menyendiri dengan yang dicintainya, inilah aku berada di hadirat-MU"

Tuhanku, malam telah berlalu dan siang segera menampakkan diri, aku gelisah, apakah amalanku Engkau terima hingga aku merasa bahagia, ataukah Engkau tolak sehingga aku merasa sedih. Demi keMaha kuasaan-MU, ini lah yang akan kulakukan selama Engkau beri daku hidup. Sekiranya jika Engkau usir daku depan pintu-MU aku tak akan pergi karena cinta pada-MU telah memenuhi hatiku

"Kujadikan Engkau teman bercakap dalam hatiku. Tubuh kasarku biar bercakap dengan yang duduk Jisimku biar bercengkrama dengan Taulanku Isi hatiku, hanya tetap Engkau sendiri"

Buah hatiku, hanyalah Engkau yang kukasihi. Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadirat-MU Engkaulah harapanku, kebahagiaanmu dan kesenanganku Hatiku telah enggan mencintai selain dari diri-MU
Kamis, 08 April 2010

laila majnun

Di tulis oleh seorang sufi Persia iaitu Hakim Nizami Ganjavi. Kisah Laila Majnun adalah kisah antara Imra’il Qais dan Laila. Ini adalah kisah perjalanan seorang sufi untuk sampai kepada Tuhannya, pada proses cinta, dimana kecintaan telah membuat Majnun menanggalkan keegoannya, memandang dirinya dan penciptanya sebagai sebuah kesatuan yang tak terpisah, sehingga mencapai tahap peniadaan diri.
Kita dihadapkan pada perjuangan yang bukan saja menembus batas harga diri, tetapi juga mengorbankan darah dan nyawa dari orang-orang yang berpihak. Perjalanan Majnun mencintai Laila, perasaan Laila terhadap Majnun, syair2 yang berada diantara mereka, pilihan hidup mereka yang mempengaruhi orang2 di sekitar mereka, secara keseluruhan menggambarkan berbagai sisi kehidupan.
Bukankah suatu kegilaan bila kita terbakar selamanya dalam nyalaan api. ? Bukankah suatu kegilaan jika tidak makan dan tidur sedikitpun. ? Semakin ubat dicari semakin parah sakitnya.. Begitu dekat, namun terasa begitu jauh..
Hanya kata “Laila” yang sangat berarti. Ketika orang membicarakan hal lain, ia akan menutup telinganya dan mengunci mulutnya.
Katakan padanya: “Orang yang telah mengorbankan segalanya untuk-Mu menyampaikan salam dari jauh. Titipkan sehembus nafas-Mu melalui sang angin untuk memberitahu dia bahawa engkau masih memikirkannya.”
“Oh lilin jiwaku jangan kau siksa diri ku, ketika aku mengelilingimu, kau telah memikatku, kau telah merampas tidurku, akalku juga tubuhku.”
Laila adalah cahaya fajar, Majnun adalah sebatang lilin Laila adalah keindahan, Majnun adalah kerinduan Laila menabur benih cinta, Majnun menyiraminya dengan air mata Laila memegang cawan anggur cinta, Majnun berdiri mabuk oleh aromanya
“Aku bagaikan orang yang kehausan, kau pimpin aku menuju sungai Eufrat, lalu sebelum sempat aku minum, kau menarikku dan kembali ke kawasan panas membara, padang pasir yang tandus !..
Kau mengajakku ke meja jamuan, tapi tidak pernah mempersilakanku makan ! mengapa kau menampakkannya kepadaku di awal, jika tidak pernah berniat untuk membiarkan aku memiliki hartaku.?”
“Aku melihat matanya dalam matamu, lebih hitam dari kegelapan. Namun bayangannya tidak akan kembali oleh hanya kesamaan. Kerana apa yang telah hilang dariku tidak akan digantikan. Dan yang tersisa hanyalah kenangan yang menyakitkan.”
“Setiap hembusan angin membawa harumanmu untukku. Setiap kicauan burung mendendangkan namamu untukku. Setiap mimpi yang hadir membawa wajahmu untukku. Aku milikmu, aku milikmu, jauh maupun dekat. Dukamu adalah dukaku, seluruhnya milikku, di manapun ia tertambat.”
Di alam ini semua hal ditakdirkan untuk binasa, tidak ada yang abadi. Namun, jika Anda “mati” sebelum Anda mati, berpaling dari dunia dan kemunafikan wajahnya, Anda akan meraih keselamatan dalam kehidupan yang abadi. Terserah pada Anda: Anda adalah penentu bagi takdir Anda sendiri. Pada akhirnya kebaikan akan bersatu dengan kebaikan dan keburukan dengan keburukan. Ketika rahasia Anda diteriakkan dari puncak gunung dan gaungnya kembali, Anda akan mengenali suara itu sebagai suara Anda sendiri..
Jalan kita berbeza dan tidak akan pernah bertemu.. Kau adalah sahabat bagi dirimu sendiri. Diriku adalah musuh terbesarku.
Apakah kau fikir akulah yang kau lihat dihadapamu ?.
Kau membayangkan bahawa kau melihatku,
tapi dalam kenyataannya aku tidak ada lagi.
Aku telah tiada dan hanya yang dicintai yang kini tersisa.
Akhirnya seorang sufi bermimpi melihat Majnun berada di samping Tuhan, dan Tuhan membelai-belai kepala Majnun dengan penuh kecintaan dan kasih sayang. Majnun disuruh duduk di samping Tuhan, lalu Tuhan berkata: “Tidakkah engkau malu memanggil Aku dengan nama Laila setelah kau teguk anggur cinta-Ku? “ sufi itu terbangun dalam keadaan cemas, Ia melihat posisi Majnun, tetapi di manakah Laila.. ? Tuhan mengilhamkan dalam hatinya, bahwa posisi Laila lebih tinggi lagi, karena Laila menyembunyikan kisah cinta dalam hatinya.
Laila..
berlalu masa,saat orang meminta pertolonganku
dan sekarang adakan seseorang penolong
yang akan memberitahu rahsia jiwaku pada Laila?
wahai Lailacinta telah membuatkan aku lemah tak berdaya
sperti anak hilang,jauh dari keluarga dan tidak
memiliki harta..
wahai angin
sampaikan salam ku pada Laila!tanyakan padanya adakah dia masih mahu berjumpa dgnku?
bukankah aku telah berkorban kebahagianku kerananya?
hingga diri ini terbiar,sengsara di padang pasir gersang..
wahai kesegaran pagi yang murni dan indah,
mahukah kau sampaikan kerinduanku pada Laila?
belailah rambutnya yang hitam berkilau,
untuk mengungkapkan dahagacinta yg memenuhi hatiku..
wahai angin mahukah kau membawa keharuman rambutnya kepada ku? sebagai pelepas rindu di hati..

Wallahu a'lam...
125x125 Ads1

About Me

Foto Saya
syair syair dunia islam
Email : uselal@yahoo.co.id
Lihat profil lengkapku